Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

Anak Semata Wayang # 8

  Bab 8 Drama Daging Bebek Berlanjut Sore hari Ragil pulang kerumah, begitu Ragil melangkah masuk ke rumah, ia langsung disambut oleh suasana hening yang bikin telinganya berasa seperti di dalam gua. Tidak ada suara berisik, tidak ada aktivitas yang mencolok, dan ibunya? Entah kemana, mungkin sedang bersembunyi dari drama sinetron yang tak kunjung usai. Dalam pikirannya, Ragil berasumsi bahwa ibunya mungkin sedang di rumah bibinya, menikmati teh sambil menghindari cucian yang menumpuk. Ragil merasakan perutnya keroncongan, seperti orkestra yang sedang berlatih tanpa henti. Dia pun melangkah ke meja makan dan terkejut melihat simboknya sudah menyiapkan hidangan yang melimpah ruah. "Wah, simbokku memang jago masak, hari ini sepertinya dia mau jadi chef bintang lima!" gumamnya sambil mengusap perutnya yang sudah berteriak minta diisi. Tanpa membuang waktu, Ragil langsung duduk dan menyerbu makanan yang ada di depannya. Di antara tumpukan makanan, dia melihat bebek panggang yang ...

Anak Semata Wayang # 7

  Bab 7 Hari Sial Tanpa Ujung Cahaya matahari menyusup lembut melalui celah-celah dedaunan pohon jambu, menciptakan pancaran sinar yang cerah dan memukau. Sinar tersebut menyentuh wajah Ragil, yang perlahan mulai bergerak, terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Dengan lembut mengusap matanya, Ragil merasakan kehangatan sinar matahari yang menyelimuti dirinya, memberikan rasa nyaman yang menenangkan setelah tidur siang yang singkat. Sensasi ini seolah menghidupkan kembali semangatnya, menyegarkan tubuhnya yang sempat terlelap. Dia bangkit dan duduk, matanya terfokus pada hamparan persawahan yang membentang luas. Suasana siang itu begitu tenang, namun dia belum menyadari bahwa ada seseorang yang sebelumnya berada di tempat itu dengan tujuan tertentu terhadapnya. Ragil berdiri dengan tubuh telanjang dada, memandang ke arah ladang yang menunggu. Dia merasa tidak terburu-buru untuk mengenakan bajunya yang tergeletak di tepi dipan, belum ada niatan untuk memakainya. Matahari agak condong ...

Anak Semata Wayang # 6

  Bab 6 Balas Dendam dan Bebek Panggang Suasana siang yang cerah di halaman belakang rumah Ragil memberikan nuansa damai, namun Aji tidak dapat menahan rasa terkejutnya.  Dengan langkah hati-hati, ia mendekati pohon jambu yang rindang, di mana sosok yang tak terduga itu terbaring.  Ketika wajah Ragil terlihat jelas, Aji merasakan campuran antara kelegaan dan kebingungan, seolah waktu berhenti sejenak untuk mengizinkannya merenungkan situasi yang aneh ini. Dalam sekejap, tubuhnya bergerak, seolah tergerak oleh dorongan tak terlihat untuk meninggalkan tempat itu, menghapus semua pikiran tentang jambu air yang sempat mengganggu.  Aji melangkah dengan hati-hati, berusaha untuk tidak menarik perhatian, namun keinginan untuk melarikan diri semakin menguat.  Setelah beberapa langkah menjauh, ia tiba-tiba terhenti, seolah ada magnet yang menariknya untuk menoleh kembali ke arah pemuda itu. Dengan rasa penasaran yang membara, Aji berbalik dan menatap sosok pemuda tersebu...

Anak Semata Wayang # 5

  Bab 5 Itu Kamu dan Kamu lagi.. Siang itu, Ragil dan ibunya baru saja pulang dari pasar, dan Ragil dengan penuh kehati-hatian menuntun sepeda tuanya yang sudah lebih tua dari kakeknya. Dia meletakkan sepeda itu di samping rumah, berharap sepeda itu tidak protes karena sudah terlalu sering diajak berkeliling. Sementara itu, ibunya sudah seperti peluru yang melesat masuk ke dalam rumah, langsung mengurus belanjaan yang dibawanya. Ragil kemudian melangkah ke bagian belakang rumah, di mana terdapat pekarangan dengan sebuah pohon jambu air besar yang tumbuh subur dan sedang berbuah lebat. Di bawah pohon jambu tersebut, terdapat sebuah dipan sederhana yang terbuat dari bambu. Cuaca sangat panas dan terik, sehingga Ragil merasa tertarik untuk beristirahat.  Dia mendekati dipan, melepaskan kaosnya, dan berbaring dengan satu tangan dijadikan bantal. Angin sepoi-sepoi yang berhembus memberikan rasa sejuk, dan Ragil pun mulai memejamkan matanya.  Dalam sekejap, ia terlelap dalam ti...

Ads